Organisasi sosial kemanusiaan MER- C( Medical Emergency Rescue Committee) tengah melakukan pembangunan sesi 2 Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza, Palestina. Upaya tersebut ditempuh buat menaikkan energi tampung penderita di rumah sakit terbanyak kedua di Jalan Gaza itu.

“ Rumah sakit Indonesia dikala ini telah difungsikan bagaikan rumah sakit universal. Jumlah pasiennya terus meningkat serta keadaan saat ini telah kewalahan menampung penderita yang tiba berobat,” kata Luly Larissa, Head of Fundraising Division MER- C dikala berkunjung ke Redaksi ceknricek. com, di kawasan Meruya Selatan, Jakarta Barat, Senin( 25/ 11) rumah sakit indonesia di palestina .

Butuh dikenal, dikala ini Rumah sakit yang terletak 2, 5 km dari perbatasan Israel itu jadi pusat referensi utama untuk warga di daerah Jalan Gaza Bagian Utara. Berdiri di atas tanah wakaf seluas 1, 6 hektar, bangunan Rumah sakit Indonesia terdiri dari 2 lantai serta 1 lantai basement dengan kapasitas 100 tempat tidur, 4 kamar pembedahan, 10 bed ICU, Ruang Radiologi, Laboratorium, Bank Darah, IGD dengan dilengkapi perlengkapan kedokteran terbaik dikala ini.

Rumah sakit Indonesia sudah beroperasi semenjak Desember 2015, serta secara simbolis diserahterimakan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, pada 9 Januari 2016. Rumah sakit Indonesia diharapkan dapat jadi fakta silaturahmi serta sokongan jangka panjang rakyat Indonesia untuk perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

Baca Juga : Apa Faktor Risiko yang Terlibat dalam Operasi Mata LASIK?

“ Dikala ini masih diperlukan kementerian serta layanan kedokteran baru buat memenuhi pelayanan di Rumah sakit Indonesia semacam bedah vaskuler, unit jantung, bedah syaraf, mencuci ginjal, serta sebagainya. Buat itu kami membangun 2 lantai bonus, menaikkan kapasitas ruang perawatan jadi 200 tempat tidur, dan menaikkan perlengkapan kedokteran yang diperlukan,” ucap Luly menarangkan.